Banyak hal-hal yang bisa dilakukan
untuk mengatasi masalah pemanasan global, langkah awalnya tentu saja kita mulai
dari meningkatkan kesadaran diri sendiri untuk mencintai lingkungan sekitar, setelah
kita mampu menyadarkan diri sendiri barulah kita mengajak orang lain untuk
melakukan hal serupa, sedikit demi sedikit kita rubah kebiasaan buruk yang
berhubungan dengan perusakan lingkungan, jika dilakukan bersama cita-cita
menjadikan perubahan lingkungan yang lebih baik pasti dapat terwujud sehingga
anak cucu kita nantiya masih dapat menikmati indahnya alam, menghirup segarnya udara
dipagi hari serta menikmati rindang dan sejuknya berteduh dibawah pepohonan. Berikut
adalah hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah pemanasan global.
Yang
pertama pada saat berpergian alangkah baiknya tidak menggunakan pesawat
terbang, karena emisi gas pesawat terbang menghasilkan banyak gas CO2
yang menyebabkan lingkungan menjadi semakin panas karena gas CO2
merupakan gas sisa pembakaran yang bersifat racun yang dapat mencemari udara
selain itu gas ini juga berbahaya bagi tubuh karena jika terhirup ke paru-paru
bisa menyebabkan penyakit radang paru-paru, saat kelebihan gas CO2
maka gas-gas yang lain akan kalah keberadaanya karena gas CO2 itu
berat dan sangat sulit untuk bereaksi. Selanjutnya lebih baik gunakan mobil
yang bahan bakarnya berupa hybrid atau yang menggunakan bahan bakar listrik
karena lebih ramah lingkungan. Jika tidak, bisa juga menggunakan angkutan
transportasi umum karena dinaiki oleh banyak orang yang tentu saja emisi yang
dihasilkan jadi lebih sedikit jika dibadingkan dengan penggunaan kendaraan
pribadi oleh masing-masing individu yang lebih tidak efisien penggunaan bahan
bakarnya. Alternatif terbaik lainnya yaitu jalan kaki karena disamping lebih
menyehatkan bagi badan dengan jalan kaki tidak menggunakan bahan bakar sehingga
tentu saja sama sekali tidak mencemari lingkungan. Jika agak malas berjalan
bisa juga dengan bepergian menggunakan sepeda yang mempunyai manfaat sama
persis dengan berjalan namun memiliki sedikit keunggulan yaitu waktu yang
ditempuh lebih singkat.
Beralihlah ke energi hijau, seiring
perkembangan iptek sekarang ini banyak tercipta teknologi-teknologi baru yang
lebih canggih namun sayangnya kebanyakan dari itu tidak ramah lingkungan, kita
biasanya hanya mengutamakan bagaimana teknologi itu bisa bermanfaat,
meringankan dan memudahkan pekerjaan kita tanpa memikirkan bahwa penggunaan
teknologi tersebut dapat merusak lingkungan. Mulai sekarang alangkah baiknya
kita lebih mengutamakan penggunaan energi alamiah seperti memanfaatkaan tenaga
angin, matahari, aliran sungai dan sebagainya yang tentu saja diharapkan dapat
mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan dapat mengurangi kadar
pencemaran lingkungan yang sudah terlanjur akud ini. Beberapa contoh penggunaan
energi alamiah adalah penggunaan angin untuk menggerakkan kincir angin yang
sekarang ini banyak digunakan oleh negara Belanda, penggunaan matahari sebagai
panel surya untuk menghasilkan listrik, lalu penggunaan aliran arus sungai yang
digunakan sebagai generator pembangkit listrik yang telah banyak digunakan di
beberapa desa-desa yang ingin maju, dan masih banyak contoh lainnya yang dengan
mudah banyak kita jumpai dilingkungan sekitar yang diharapkan penggunaannya
dapat lebih meluas karna inilah teknologi hijau terbaik yang ramah lingkungan.
Banyak hal-hal yang bisa dilakukan
untuk membantu mengurangi pemanasan global, dari sekian banyak hal yang bisa
dilakukan ada beberapa hal yang paling mungkin untuk dilakukan yaitu
diantaranya gunakan lampu neon dibandingkan lampu bohlam karena penggunaan lampu
neon dinilai lebih hemat energy, dibuktikan dengan lampu bohlam lebih cepat
panas jika dibandingkan lampu neon. Lalu matikan peralatan elektronik jika
tidak digunakan untuk penghematan energy. Jika menjemur baju jangan menggunakan
alat pengering tapi manfaatkan saja jemuran karena lebih ramah lingkungan. Lalu
gunakan panel surya untuk memanfaatkan matahari sebagai energy pembangkit
listrik karena lebih hemat energy dan ramah lingkungan karena tidak menghasilkan
gas emisi yang berbahaya bagi lingkungan.
Beli buah-buahan lokal, jangan membeli
barang-barang import karena barang import tentu saja membutuhkan transportasi
untuk mengirim barang tersebut dan penggunaan transportasi tersebut tentu saja
menghasilkan polutan yang dapat merusak lingkungan. Beli buah-buahan,
sayur-sayuran dan lain sebagainya di pasar tradisional saja karena disamping
harganya lebih murah disana juga lebih ramah lingkungan bandingkan dengan
mall-mall yang ada dikota besar yang didalamnya banyak menggunakan AC yang
sudah kita semua ketahui menghasilkan gas CFC yang dapat merusak atmosfir bumi
kita. Beli buah-buahan yang segar yang kandungan vitaminnya masih lengkap dan
belum menguap bandingkan dengan buah-buahan yang sudah dibekukan karena selain
kandungan vitamin yang sudah berkurang karena terlalu lama disimpan, nah
menyimpannya itu pastilah menggunakan mesin pendingin yang tentu saja penggunaanya
memerlukan pembangkit energy dan hal itu tentu saja menambah penggunaan pasokan
energi yang ada, dengan memakan buah yang masih segar tentu saja dapat mengurangi
penggunaan energy tersebut.
Banyak diantara kita yang masih menggunakan
bahan-bahan sekali pakai yang tentu saja sangat tidak efisien, sekali pakai
langsung dibuang dan hanya menjadi sampah yang tidak berguna, hal ini tentu
saja hanya menjadi pemborosan sumber daya yang tentu saja semakin memperparah
masalah kelangkaan yang telah lama mengakar. Maka dari itu alangkah baiknya
kita menggunakan bahan-bahan yang dipakai berulang kali seperti tas kain untuk
belanja bukannya tas kresek yang sekali pakai langsung buang, lalu gunakan
kertas daur ulang karena hal itu tentu saja dapat mengurangi penggunaan kayu
sebagai bahan dasar pembuatan kertas, selanjutnya jangan terlalu sering
mengirim surat atau menggunakan kertas untuk hal-hal yang kurang efisien, hal
ini bisa diganti misalnya dengan memanfaatkan teknologi yang sudah ada seperti
menggunakan e-mail untuk mengirim surat, menggunakan komputer untuk mencatat
suatu tulisan dan lain sebagainya. Seperti program yang telah dicanangkan oleh
pemerintah yaitu program ‘KB dua anak lebih baik’ alangkah baiknya kita
mengikuti saran tersebut karena semakin sedikit manusia semakin sedikit pula
yang menyumbang gas CO2 bagi alam dan semakin mengurangi pula kadar
pencemaran di bumi.
Daging sapi memang menyehatkan
karena mengandung protein hewani yang sangat bermanfaat bagi tubuh, namun
jangan terlalu banyak makan daging sapi karena selain bahaya kolesterol jika
dimakan berlebihan, biarkan mereka berkembang biak dengan baik karena setiap
kotoran yang dikeluarkan oleh sapi itu menghasilkan gas metana, tanpa banyak
orang ketahui bahwa gas metana itu bisa digunakan sebagai biogas untuk bahan
bakar pengganti batu bara. Dengan dipakainya biogas ini diharapkan bisa
mengurangi efek ketergantungan terhadap bahan bakar batu bara yang
ketersediaannya di alam sudah mulai menipis.
Tanamlah pohon sebanyak-banyaknya, karena
telah kita semua ketahui pohon dapat menyerap gas CO2 yang berbahaya bagi
lingkungan. Tanpa adanya pohon, bumi ini akan terasa panas karena banyaknya gas
CO2 yang berhamburan. Dengan menanam pohon selain dapat mengurangi pencemaran
lingkungan, pohon juga mempunyai banyak manfaat lainnya seperti dinikmati
buahnya, jika berada didaerah pegunungan bisa mengurangi resiko tanah longsor
melalui akar-akarnya yang mampu menguatkan tanah. Berikut ada beberapa daftar pohon penyerap karbondioksida, berikut
merupakan daftar tanaman yang mempunyai daya serap karbondioksida yang tinggi
berdasarkan hasil riset Endes N. Dahlan. (No, nama pohon, nama latin, daya
serap).
- Kenanga, Canangium odoratum, 756,59 kg/tahun
- Beringin, Ficus benyamina, 535,90 kg/tahun
- Mahoni, Swettiana mahagoni, 295,73 kg/tahun
- Jati, Tectona grandis, 135,27 kg/tahun
- Nangka, Arthocarpus heterophyllus, 126,51 kg/tahun
- Sirsak, Annona muricata, 75,29 kg/tahun
- Puspa, Schima wallichii, 63,31 kg/tahun
- Akasia, Acacia auriculiformis, 48,68 kg/tahun
- Flamboyan, Delonix regia, 42,20 kg/tahun
- Sawo kecik, Maniilkara kauki, 36,19 kg/tahun
- Tanjung, Mimusops elengi, 34,29 kg/tahun
- Bunga merak, Caesalpinia pulcherrima, 30,95 kg/tahun
- Sempur, Dilenia retusa, 24,24 kg/tahun
- Akasia, Acacia mangium, 15,19 kg/tahun
- Angsana, Pterocarpus indicus, 11,12 kg/tahun
- Asam kranji, Pithecelobium dulce, 8,48 kg/tahun
- Saputangan, Maniltoa grandiflora, 8,26 kg/tahun
- Dadap merah, Erythrina cristagalli, 4,55 kg/tahun
- Rambutan, Nephelium lappaceum, 2,19 kg/tahun
Katalis adalah suatu zat atau dalam
hal ini suatu tindakan yang dapat mempercepat laju reaksi, dalam hal ini banyak
terdapat katalis yang dapat berpengaruh dalam tindakan mengatasi masalah
pemanasan global yaitu yang pertama pelajari tentang fakta-fakta yang ada
lingkungan tentang bagaimana cara mengatasi pemanasan global, selanjutnya
ceritakan pengalamanmu tadi kepada teman-temanmu, rekan sekolah atau rekan
kerja dan siapapun saja agar perataan informasi tentang bahaya pemanasan global
lebih meluas dan diharapkan mereka juga bisa ikut melakukan tindakan-tindakan
dan pencegahan-pencegahan terhadap masalah pemanasan global ini, lalu rajinlah
berolahraga buat dirimu sehat, kuat terhadap penyakit karena sehat itu adalah
modal utama kita untuk melakukan semua aktivitas-aktivitas diatas namun jika
badan kita sakit kita tidak akan bisa untuk melakukan proses pencegahan polutan
diatas, jika badan kita tidak dalam kondisi yang fit maka virus-virus mudah
melemahkan sistim imunitas kita dan menyebabkan kita jadi jatuh sakit.
Yang terakhir buatlah rencana anggaran
keuangan agar dapat lebih menghemat uang dan lebih menghemat tenaga. Dengan
adanya perencanaan yang jelas mana barang yang harus dibeli dan mana barang
yang tidak terlalu penting untuk dibeli hal itu tentu saja diharapkan dapat
mengurangi pembelian barang-barang yang tidak penting dan uangnya bisa disimpan
dan ditabung untuk keperluan yang lebih penting.
Judul: Mengatasi Masalah Pemanasan Global
Ditulis Oleh Handi
Berikanlah saran dan kritik atas artikel ini. Salam blogger, Terima kasih
2 komentar
betul sob, negara kita bahkan dunia ini harus kita jaga dari pemanasan global yang semakin meningkat...kasian generasi mendatang nanti yang akan meneruskan apa yang sudah kita lakukan ini.....
Replyiya sob,
Replyhidup koservasi
Post a Comment